Ahok Kembalikan Dana Operasional dan Alexis Merugi
SeputarIndo24 -Sejumlah berita yang menyedot perhatian pembaca Kompas.com dari Kamis (25/5/2017) kemarin hingga Jumat pagi ini di rubrik Megapolitan adalah topik tentang Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengembalikan dana operasionalnya sebesar Rp 1,2 miliar menyusul pemberhentian sementara dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Langkah Ahok itu mendapat puluhan tanggapan positif pembaca di kolom komentar berita itu.
Berita lain yang populer adalah tentang Hotel Alexis di Jakarta Utara yang merugi setelah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Dana operasional Ahok
Salah seorang pengacara Ahok, Josefina A Syukur, pada Kamis kemarin mengatakan, kliennya telah mengembalikan biaya penunjang operasional (BPO) sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Provinsi DKI Jakarta sebanyak Rp 1.287.096.775 (Rp 1,2 miliar).
BPO dikembalikan melalui rekening Bank DKI atas nama Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.
“(Dikembalikan) tanggal 23 Mei, Rp 1,2 miliar sekian,” kata Josefina.
Josefina menambahkan, uang yang dikembalikan Ahok merupakan BPO pada Mei 2017.
“Uang operasional bulan Mei, dikembalikan sisanya. Jadi Pak Ahok itu pakai cuma sampai tanggal 8 atau 9, pokoknya sampai hari terakhir dia bekerja,” kata Josefina.
Dalam surat pernyataan yang diterima Kompas.com, Ahok mengembalikan BPO tersebut karena telah terbitnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/P Tahun 2017 tentang Pemberhentian Sementara Gubernur DKI Jakarta dan Penunjukan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017.
Ahok menandatangani surat pernyataan tersebut pada 23 Mei 2017 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tempat dia ditahan.
Hotel Alexis
Manajemen Hotel Alexis di Ancol, Jakarta Utara, mengatakan mereka merugi setelah muncul wacana penutupan hotel itu oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
“Oh sangat merugikan, efeknya sampai sekarang sekitar 20 persen – sampai 30 persen. Di sini biasanya tamu kurang lebih 700-800 orang, sekarang paling 500-600 di akhir pekan,” kata Humas Alexis, Arman, di Alexis, Rabu.
Isu penutupan tersebut juga menimbulkan keresahan di kalangan karyawan. Para karyawan mempertanyakan masa depan pekerjaan mereka. “Masalah penutupan, terus terang ya kita paham arahnya karena terus terang izin yang dibutuhkan kita semua lengkap,” kata Arman.
Jika Alexis ditutup karena jenis usaha mereka yang bergerak di dunia hiburan, Arman mengatakan seharusnya semua tempat hiburan malam juga ditutup.
Soal isu adanya praktik prostitusi di Alexis, Arman mengatakan hal itu tergantung pribadi seseorang. Arman mengatakan praktik semacam itu bisa terjadi di manapun. Namun, hal yang pasti adalah mereka sudah memerintahkan karyawan tidak terlibat praktik semacam itu.

Post a Comment